ArtSeni

Seni Kerajinan Tangan Tradisional Khas Jepang

Seni Kerajinan Tangan Tradisional Khas Jepang Posted On
Posted By admin

Mobiletreasures – Semua wilayah di Jepang memiliki seni kerajinan tangan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, jika Anda berencana bepergian ke Jepang, jangan lewatkan kesempatan untuk membiasakan diri dengan kerajinan tradisional setempat, beli sebagai suvenir, dan cobalah mengikuti proses pembuatan benda-benda ini. Wilayah ini terus melestarikan keterampilan kerajinan tradisional tidak hanya menyangkut kota bersejarah atau kota wisata terkenal seperti Kyoto atau Tokyo. Sebagai contoh, Prefektur Saitama, bersebelahan dengan Tokyo, juga mempertahankan kerajinan tradisional yang telah ada selama berabad-abad. Banyak kerajinan tangan yang menarik, indah, dan praktis di prefektur Saitama, seperti washi, aizome, dan banyak lainnya. Dalam artikel ini, kami telah menyapkan  beberapa seni kerajinan tradisional khas jepang pilihan di prefektur Saitama, yang masih ada sampai sekarang.

Seni Kerajinan Tangan Tradisional Khas Jepang

  1. Kain Bushu Shoaizome

Aizome adalah kain yang diwarnai dengan zat pewarna suku Polygonaceae indigo. Beberapa daerah di Jepang telah secara aktif memproduksi aizome sejak zaman Edo. Kota Hanyu, yang terletak di bagian utara Prefektur Saitama, telah menjadi pusat produksi Aizome sejak zaman kuno. Aizome yang khas dari kota Hanyu disebut bushu shoaizome. Dikatakan bahwa kerajinan bushu shoaizome dimulai ketika petani membuat pakaian untuk keluarga menggunakan kapas dan tanaman indigo yang tumbuh di daerah ketika mereka. Kain bushu shoaizome unik karena proses pencucian menambah lebih banyak tekstur. Pewarnaan Bushu shoaizome menggunakan teknik itosome, yang melibatkan pewarnaan jaringan ketika 70% komposisi masih dalam bentuk kawat.

Teknik ini memungkinkan pewarna menyerap setiap kawat dengan sempurna. Selain itu, ini juga dapat menghasilkan aojima, yang merupakan warna alami tidak beraturan namun unik sebagai buatan tangan dan sangat populer di kalangan penggemar. Tidak semua orang Jepang tahu nama bushu shoaizome, tetapi mereka setidaknya melihat hasil dalam bentuk kendogi atau pakaian pelatihan kendo. Dikatakan bahwa 80% pakaian olahraga kendo terbuat dari shoaizome bushu. Bushu Aizome tidak hanya cantik tetapi juga sangat kuat, sehingga dicintai oleh pemain kendo di seluruh Jepang. Orang Jepang menyukai kain indigo karena kuat dan nyaman dipakai. Mulai sekarang, kain ini juga berfungsi sebagai pakaian, aksesori, dan berbagai produk interior. Pergi ke Saitama untuk berburu bushu shoaizome, teksturnya akan panjang dan indah.

Seni Kerajinan Tangan Tradisional Khas Jepang

  1. Kertas Washi Ogawa

Washi atau kertas Jepang telah dibuat dengan cara yang sama sejak jaman dahulu. Kertas Jepang memiliki tekstur unik dan memberikan perasaan hangat. Di Jepang, beberapa daerah terus melestarikan pembuatan kertas tradisional, seperti Tosa washi (kertas Jepang Tosa). Ogawa washi, sebuah kertas Jepang yang diproduksi di Ogawa. Kota Ogawa dikelilingi oleh pegunungan yang ditutupi oleh pohon-pohon sebagai bahan baku dan dengan iklim yang mendukung pembuatan washi (air dan udara dingin). Konon, sejarah washi di kota Ogawa telah ada selama lebih dari 1.300 tahun.

Ogawa washi adalah istilah umum untuk kertas Jepang yang diproduksi secara tradisional di kota Ogawa dan di mana masih ada berbagai jenis washi. Salah satunya adalah dokumen Hosokawagami, yang dianggap berindigoi internasional, sehingga UNESCO menetapkan sebagai warisan budaya pada tahun 2014. Kertas Hosokawagami hanya terbuat dari serat mulberry. Di luar kota Ogawa, proses pembuatan sekarang telah meluas ke desa Higashichichibu, juga terletak di prefektur Saitama. Selain sederhana dan tahan lama, washi tradisional juga memiliki penggunaan yang indah, sangat cantik, dan praktis. Selain digunakan untuk menulis, washi juga cocok untuk membuat lentera dan aksesoris. Ogawa Washi akan mengubah cahaya lentera yang kuat menjadi cahaya lembut dan hangat.

  1. Kain Chichibu Meisen

Kain Chichibu Meisen adalah jenis kain sutra. Untuk waktu yang lama, banyak peternakan ulat sutera di prefektur Saitama telah menghasilkan kain sutra terbaik. Awalnya, nama kain sutra prefektur Saitama ditulis dalam Kanji 銘撰 (meisen), yang berarti  berkualitas lebih tinggi, tetapi kemudian tulisannya diubah menjadi 銘仙 (meisen), yang telah digunakan hari ini. Salah satu fitur yang membedakan kain chichibu meisen adalah penggunaan teknik yang disebut hogushi nessen. Teknik ini memberi warna pada benang sebelum mengubahnya menjadi kain, sehingga bagian depan dan belakang kain memiliki warna yang sama.

Penampilan warna kain ini akan berubah tergantung pada sudut yang Anda lihat. Jadi ketika Anda menemukan produk kain chichibu meisen, jangan lupa untuk mencobanya! Gedung Chichibu Meisen di Kota Chichibu adalah tempat di mana pengunjung dapat melihat dan mencoba serta dapat mengetahui bagaimana cara membuat kain ini. Anda benar-benar dapat mempelajari dan mencoba membuat kain chichibu meisen di tiga tempat. Di setiap stand, pengunjung dapat mencoba 3 tahap pembuatan, yaitu pewarnaan stensil, tenun tangan, dan pewarnaan indigo.

Related Post

leave a Comment